Satu bar coklate ku potong, tuk mengisi hari yang sesak dengan permasalahan. Kubuka pintu kamar dan kurebahkan tubuhku diatas sofa kecilku. Tersender kututup mata sambil mengingat apa yang telah terjadi hari ini, ternyata ada senyum dan juga kerutan. Hari menjadi sesak melewati siang tadi karena masalah semakin menumpuk. Pengat terasa kepala dan sesak dada ditemani malam gelap juga sunyi.
Kubuka jendela kamar dan kulihat langit dari sofa, sambil menghela nafas. Langit bermandikan bintang dan diterangi cahaya bulan “moonbeam” seakan memberi kedamaian. Kubuka lemari kecilku yang selalu disapa olah boneka monyet kecilku “hallo…” lalu kuambil sebatang coklat dari lemari kecilku itu.
Dia gelap, bersudut terkesan kaku dari luar. Tapi entah kenapa dia memiliki inner beauty yang begitu menawan sampai hampir semua orang menyukainya. Dia tidak sombong walaupun banyak yang menyukai dan dia juga tidak malu hati karena fisiknya yang buruk.
Tetapi dia pandai mengemas diri sehingga orang tidak lagi melihatnya dari fisik melainkan karena keanggunan hati yang ia miliki. That why i like chocolate be sides sweet its relaxing.
“ the beauty is come from inside not from anyone can look ”