Ditulis oleh artchi di/pada November 26, 2008
“Skrg pukul 6.31 pm, diluar gerimis. Aku hanya ditemani bayang-bayang kehidupan yang harus segera kuselesaikan. Well, its part of life.. seperti biasa hanya aku yang tersisa diruang ini dengan secangkir teh susu hangat dan diiringi alunan “eric martin (I love the way you love me)” membuat hari ini semakin komplit untuk ditutup.
Hal yang perlu direnungi sejenak hari ini adalah “you can’t reach everything you want, just believe in Allah”. Filosofi kopi pait mungkin yang cocok kali ini untuk menggambarkan keadaanku hari ini. hehehe… lucu ya
Yang baca jangan cuma ketawa ya, comment its more better.. see you then.. “
Ditulis dalam hari - hari | 2 Komentar »
Ditulis oleh artchi di/pada November 26, 2008
Pagi menjelang, bulan berganti matahari. Hari baru dimulai dengan warna dan rasa baru di Praha satu daerah kecil di Athena. Suka duka lama hanya lembaran. Kicau burung seperti nyanyian yang menyambut pagi seakan berkata “selamat pagi…”, daun pepohonan bergoyang bercanda ria dengan udara pagi yang sejuk, wangi bunga seakan seperti harum surga yang tak lekang oleh waktu. Surya mulai terbangun, aku beranjak dari kursi malas tuk memulai hari. Gemuruh ombak kecil yang sesekali terdengar seakan memberi semangat “let’s face up a new day”.
Secangkir teh telah siap tuk memulai hari baru. Terkadang jadi terasa hambar jika tidak ada gula seperti hidup tanpa masalah semua menjadi statis dan monoton tidak ada ruang untuk berkembang, jika saat itu terjadi kupilih susu untuk mengisi kehambaran dari rasa teh ini.
Warna teh menjadi aga putih tetapi tetap nikmat untuk hidangan pagi hari. Dan sejak saat itu secangkir teh susu menjadi teman setia pagi hariku. Terlebih semua itu terhidang dari orang yang kucintai.
“ live is all about choice that you have to choosy and enjoy it.”
Ditulis dalam hari - hari | 1 Komentar »
Ditulis oleh artchi di/pada November 26, 2008
Perempuan datang membawa cinta
Pria meraba dan berjalan dengan berlahan
Cinta it u tuli, buta tapi sebuah senyuman
Kuhampiri cinta dengan ketulusan diri
Kutersenyum, sedih karena cinta
Kadang memilukan hati ketika ia jauh
Berlahan kutinggalkan cinta untuk sesuatu yang baru
Kumelangkah, langkah demi langkah seiring dengan waktu
Dengan mengharap kedewasaan itu muncul
Hilang semua egois, emosi atas nama cinta
Aku kembali menanyakan dan meminta kembali
Cinta itu dengan keikhlasan untuk diriku.
_1101_
Ditulis dalam hari - hari | 1 Komentar »