moon and sun
Ditulis oleh artchi di/pada Desember 2, 2008
Moon and Sun
Pagi, matahari menjadi penguasa.
Malam, bulan menjadi pemainsuri yang selalu dihiasi bintang dari berbagai arah.
Mata seakan tidak peduli akan kehadiran mereka. Memikirkan diri sendiri dengan aktivitas masing2 itu yang mereka pikirkan. Egois, itu sifat matahari. Tetapi, tidak sebenarnya yang ada dalam dirinya, dia baik, dan semua yang dilakukannya cukup beralasan. Dia sendiri dan akan selalu sendiri karena baginya tidak mungkin bisa membagi dan yang ia ketahui hanya menunggu dan menjaga.
Mata pun mulai lelah ketika bulan datang, ratu dari malam hari. Bulan pun termenung, tetapi ia tidak murung karena ia yakin dengan yang ia lakukan. Menikmati hiburan bintang menari dihadapnya, sahabat terbaik yang ia tau ialah cahaya bintang. Dia tidakegois seperti matahari yang selalu sendiri bulan selalu berseri dan cenderung suka berbagi walaupun di dalamnya cenderung untuk murung menunggu dan mencari apa yang seharusnya ia lakukan.
Hanya sesekali pertemuan yang dapat mempertemukan mereka yaitu saat gerhana tiba, saat yang sangat singkat untuk melepas kerinduan. Tetapi bulan dan matahari selalu menghargai saat itu.
Yang mereka tunggu saat ini hanya satu saat dimana mereka bisa selalu bersama, saat dimana semua berakhir dimana Tuhan membayar semua perjuangan mereka dengan senyuman yang abadi.
“ perjuangan bukanlah suatu yang sia-sia jika ia berharga untuk dipertahankan”
_Akbar.Febriyansyah_
citra berkata
Mmmm nggak nyangka ternyata lo seorang pujangga yah , bagus…rada melo tapi gak semua org bisa begini neh nulisnya… ” perjuangan bukanlah suatu yg sia-sia jika ia BERBAGI untuk di pertahankan “…..